✖
Hasil Pencarian
Kategori: Berita Terkini
Artikel: Judul Berita Terbaru
Menu

Infantino Nilai Sepak Bola Indonesia Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka

Penulis Redaksi
Dipublikasikan:
Infantino Nilai Sepak Bola Indonesia Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka
Presiden FIFA Gianni Infantino menilai sepak bola Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

JAKARTA, Poros-Nasional.com — Presiden FIFA Gianni Infantino menilai sepak bola Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan itu, menurut dia, terlihat dari tata kelola, investasi, kompetisi, hingga pembinaan pemain usia muda.

Penilaian tersebut disampaikan Infantino setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/10/2026). Pertemuan keduanya membahas penguatan kerja sama untuk pengembangan sepak bola nasional.

Infantino mengatakan kondisi sepak bola Indonesia telah berubah dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menyebut transformasi tersebut turut didorong oleh penguatan tata kelola federasi dan meningkatnya investasi di sektor sepak bola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya rasa sepak bola Indonesia telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kita tahu bahwa beberapa tahun lalu situasi sepak bola di Indonesia cukup rumit,” ujar Infantino.

Infantino Soroti Tata Kelola dan Investasi

Menurut Infantino, perkembangan sepak bola Indonesia kini terlihat dari semakin kuatnya tata kelola, pertumbuhan investasi, serta kompetisi yang mulai menghasilkan pendapatan.

Ia juga menilai kompetisi kelompok usia muda terus berkembang. Bagi Infantino, keberadaan kompetisi usia muda menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola dalam jangka panjang.

“Sekarang ada investasi dalam sepak bola, sekarang ada tata kelola dalam sepak bola, sekarang ada kompetisi yang menghasilkan pendapatan, ada kompetisi usia muda,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Indonesia tengah menjadi salah satu pusat penyelenggaraan kompetisi internasional FIFA. FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Indonesia dan Hong Kong, China, dengan Indonesia menjadi tuan rumah fase turnamen Piala ASEAN FIFA. Kompetisi tersebut melibatkan 14 tim dari kawasan ASEAN dan negara undangan.

Pembinaan Pemain Muda Jadi Perhatian

Infantino juga menyoroti perkembangan tim nasional Indonesia pada berbagai kelompok usia. Ia melihat performa tim muda dan senior sebagai bagian dari perkembangan ekosistem sepak bola nasional.

Baca Juga  Prabowo Minta TNI Adaptif Hadapi Ancaman Siber, Disinformasi hingga Penyelundupan

“Tim U-15 Indonesia akan tampil pada Piala Dunia bulan depan di Azerbaijan. Tim-tim usia muda tampil dengan baik, tim senior juga tampil dengan baik, termasuk dengan pemain-pemain yang semuanya memiliki akar di Indonesia,” ujar Infantino.

FIFA memang menjadwalkan FIFA U-15 World Cup & Festival 2026 di Baku, Azerbaijan. Turnamen perdana tersebut berlangsung pada Oktober 2026 dan terbuka bagi asosiasi anggota FIFA. Formatnya menggunakan pertandingan 8 lawan 8 dengan fokus pada pengembangan pemain muda.

Namun, status keikutsertaan tim U-15 Indonesia dalam turnamen tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut dari PSSI atau FIFA. Informasi resmi FIFA yang tersedia belum secara spesifik mencantumkan Indonesia sebagai peserta.

Sekolah dan Stadion Dinilai Perlu Diperkuat

Selain tim nasional, Infantino menilai pengembangan sepak bola Indonesia perlu dimulai lebih kuat dari lingkungan sekolah.

Ia juga mendorong klub untuk memiliki peran lebih besar dalam pengelolaan fasilitas olahraga, termasuk stadion. Menurutnya, pengelolaan fasilitas secara profesional dapat membuka sumber pendapatan baru bagi klub.

“Kita perlu melakukan lebih banyak di sekolah, dalam sekolah sepak bola. Klub-klub perlu bekerja untuk mengelola stadion, mengoperasikan stadion, menghasilkan lebih banyak pendapatan sehingga mereka dapat berinvestasi lebih banyak,” katanya.

Pandangan tersebut menempatkan keberlanjutan finansial klub sebagai salah satu bagian dari pengembangan ekosistem sepak bola. Pendapatan yang dihasilkan dari kompetisi dan pengelolaan fasilitas, menurut Infantino, dapat kembali digunakan untuk memperkuat investasi sepak bola.

Pengembangan Sepak Bola Tak Cukup di Indonesia

Infantino juga membawa pembahasan sepak bola Indonesia ke tingkat regional. Ia menilai perkembangan sepak bola akan lebih kuat jika negara-negara ASEAN tumbuh secara bersama-sama.

“Kita perlu memikirkan, dan ini adalah sesuatu yang kami bicarakan dengan Presiden, bukan hanya mengenai negara ini, tetapi seluruh kawasan ASEAN dan bagaimana kita bisa mengembangkan sepak bola. Karena tidak akan banyak membantu apabila satu negara berkembang baik, sementara negara-negara tetangganya tidak,” jelas Infantino.

Baca Juga  Prabowo Jamu PM Thailand Anutin di Istana Negara, Tegaskan Kemitraan Strategis dan Persaudaraan ASEAN

Pernyataan itu sejalan dengan tujuan FIFA ASEAN Cup yang sejak awal dirancang untuk memperkuat kompetisi dan hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. FIFA menyebut turnamen tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sepak bola regional dan menyediakan pertandingan kompetitif bagi tim nasional.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pusat penyelenggaraan edisi perdana turnamen tersebut pada 2026.

Peluang Event FIFA Berikutnya Terbuka

Infantino menyebut pengalaman Indonesia menjadi tuan rumah berbagai kompetisi FIFA menjadi modal untuk kemungkinan penyelenggaraan event lain pada masa mendatang.

“Kita sudah memiliki U-17, FIFA ASEAN, kita punya U-20, kita punya kompetisi perempuan, Piala Dunia. Maksud saya, semuanya terbuka,” ucapnya.

Pernyataan tersebut tidak berarti Indonesia telah ditetapkan sebagai tuan rumah untuk seluruh kompetisi yang disebut Infantino. Pernyataannya lebih menunjukkan bahwa peluang penyelenggaraan berbagai event FIFA masih terbuka untuk dibahas.

Sebelumnya, FIFA telah mempercayakan Indonesia sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kompetisi internasional, termasuk FIFA U-17 dan FIFA ASEAN Cup. Sekretariat Negara juga menyebut Infantino telah beberapa kali datang ke Indonesia, termasuk ketika FIFA U-17 digelar dan saat FIFA ASEAN Cup berlangsung.

Pertemuan Infantino dengan Prabowo kemudian memperluas pembicaraan dari penyelenggaraan kompetisi menuju pembangunan ekosistem sepak bola. Pemerintah Indonesia dan FIFA membahas penguatan kerja sama pengembangan sepak bola nasional, sementara Infantino menilai fondasi sepak bola Indonesia menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan sekadar mendatangkan pertandingan internasional ke Indonesia. Penguatan pembinaan usia muda, kompetisi domestik, tata kelola klub, fasilitas olahraga, serta keberlanjutan finansial menjadi bagian yang ikut menentukan arah perkembangan sepak bola Indonesia.***

 

(gtr)

Baca Juga  Presiden Prabowo Saksikan Langsung Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup, Thailand Ditaklukkan Lewat Adu Penalti

Headline Terkini

Berita Terkini

Comment Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link