✖
Hasil Pencarian
Kategori: Berita Terkini
Artikel: Judul Berita Terbaru
Menu

Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan pada 2026

Penulis Redaksi
Dipublikasikan:
Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan pada 2026
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di Jawa Timur.

SURABAYA, Poros-Nasional.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran pada 2026. Pemerintah menargetkan 71.744 satuan pendidikan mendapat revitalisasi untuk memperbaiki sarana belajar, terutama sekolah dengan kerusakan sedang hingga berat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan.

Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mu’ti, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan fasilitas fisik. Pemerintah juga perlu memperkuat kualitas pendidik, budaya pendidikan, serta regulasi yang mendukung penyelenggaraan pendidikan bermutu.

Ia membagi penguatan pendidikan ke dalam empat fondasi. Pertama, infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi. Kedua, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.

Ketiga, infrastruktur budaya melalui penguatan pendidikan karakter. Keempat, infrastruktur regulasi yang menopang pelaksanaan pendidikan bermutu.

16.167 Satuan Pendidikan Direvitalisasi pada 2025

Program revitalisasi diperluas setelah pemerintah menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan pada 2025.

Kemendikdasmen kemudian menetapkan sasaran yang lebih besar untuk 2026. Pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan dengan dukungan tambahan anggaran dan APBN.

Perluasan tersebut ditujukan untuk memperbaiki kondisi sekolah yang membutuhkan penanganan, terutama satuan pendidikan dengan kerusakan sedang dan berat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggunakan mekanisme swakelola. Skema ini memungkinkan pekerjaan dikelola dengan melibatkan satuan pendidikan serta masyarakat di sekitar sekolah.

Menurut Mu’ti, pendekatan tersebut memberikan ruang agar pekerjaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Keterlibatan masyarakat juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Sekolah Terdampak Bencana Jadi Prioritas

Pada 2026, pemerintah menetapkan sejumlah kelompok satuan pendidikan sebagai prioritas revitalisasi.

Baca Juga  Peringati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81, SMAN 1 Plosoklaten Gelar Upacara Khidmat

Sasarannya mencakup sekolah yang terdampak bencana, satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Mu’ti meminta seluruh pihak ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut agar bantuan benar-benar diterima sekolah yang membutuhkan.

“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” tegas Mu’ti.

Pesan tersebut disampaikan seiring dengan besarnya cakupan program revitalisasi yang akan dijalankan pemerintah pada tahun ini.

Digitalisasi Pembelajaran Diperluas

Selain memperbaiki bangunan dan fasilitas sekolah, Kemendikdasmen menjalankan program Digitalisasi Pembelajaran.

Salah satu perangkat yang digunakan adalah Interactive Flat Panel (IFP). Perangkat tersebut ditujukan untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.

Program digitalisasi juga disertai dukungan lain, antara lain pelatihan guru, bantuan laptop, serta penyediaan materi pembelajaran melalui media penyimpanan.

Kemendikdasmen sebelumnya telah mendistribusikan sekitar 288 ribu IFP pada 2025, dengan setiap sekolah memperoleh satu perangkat. Untuk 2026, pemerintah merencanakan tambahan perangkat sehingga secara bertahap setiap satuan pendidikan dapat memperoleh tiga IFP.

Penambahan perangkat tersebut diarahkan bukan sekadar untuk menyediakan teknologi di ruang kelas. Kemampuan guru dalam menggunakan perangkat juga menjadi bagian dari program digitalisasi agar teknologi benar-benar mendukung proses belajar.

Dengan demikian, revitalisasi dan digitalisasi ditempatkan sebagai dua bagian yang saling melengkapi: memperbaiki ruang belajar sekaligus memperkuat cara pembelajaran berlangsung di dalamnya.

Jawa Timur Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Menurut Aries, manfaat program revitalisasi telah dirasakan oleh sejumlah satuan pendidikan di Jawa Timur, termasuk sekolah yang membutuhkan afirmasi.

Baca Juga  Regenerasi Kepemimpinan: SMPN 3 Plosoklaten Gelar Reorganisasi dan Pemilihan Ketua & Wakil Ketua OSIS Periode Baru

“Salah satu program nasional yang sangat kami rasakan dampaknya adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh keluarga besar pendidikan di Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Menteri, dan seluruh jajarannya,” kata Aries.

Data Kemendikdasmen menunjukkan program revitalisasi juga menyasar satuan pendidikan di berbagai jenjang di Jawa Timur. Dalam salah satu pelaksanaan program, sebanyak 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB di provinsi tersebut mendapatkan revitalisasi.

Perluasan revitalisasi dan digitalisasi pada 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas lingkungan belajar sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

Bagi sekolah yang menjadi penerima program, tantangannya bukan berhenti pada pembangunan fisik atau kedatangan perangkat digital. Pemanfaatan fasilitas secara efektif dan peningkatan kapasitas guru menjadi faktor penting agar investasi pendidikan tersebut benar-benar berdampak pada proses belajar murid.***

 

(stm)

Headline Terkini

Berita Terkini

Comment Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link