Kediri – Menandai perjalanan panjangnya dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berkarakter, SMK Pawiyatan Dhaha 3 Kediri menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Dies Natalis sekolah. Acara yang berlangsung pada Kamis 16 Juli 2026 ini digelar secara khidmat di aula sekolah dengan dihadiri oleh seluruh keluarga besar yayasan, guru, staf karyawan, serta perwakilan siswa.
Kegiatan tasyakuran ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk merefleksikan pencapaian yang telah diraih, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan vokasi di masa depan.
Rangkaian Acara Penuh Makna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan pembacaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas segala berkah, prestasi, dan kelancaran proses belajar-mengajar yang telah dilalui selama ini. Suasana religius dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara berlangsung.
Puncak dari tasyakuran ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK Pawiyatan Dhaha 3 Kediri, Erik Sumarsono, yang kemudian diserahkan kepada perwakilan yayasan dan guru senior. Potong tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur dan harapan agar SMK Pawiyatan Dhaha 3 semakin jaya, solid, dan terus melahirkan lulusan yang siap kerja serta berdaya saing tinggi.
“Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum bagi kita semua untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pendidikan, dan tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi demi masa depan anak didik kita,” ujar Erik dalam sambutannya.
Komitmen Mencetak Lulusan Unggul.
Sebagai salah satu SMK yang memiliki rekam jejak panjang di Kediri, SMK Pawiyatan Dhaha terus berupaya menyelaraskan kurikulumnya dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui momen Dies Natalis ini, pihak sekolah menegaskan kembali visinya untuk menjadi lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan keterampilan, tetapi juga kuat dalam penanaman karakter mulia.
Acara tasyakuran ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, memancarkan semangat kebersamaan yang menjadi modal utama SMK Pawiyatan Dhaha 3 untuk terus melangkah maju menjadi sekolah pilihan utama masyarakat.
Sejarah singkat SMK Pawiyatan Dhaha 3 Kediri.
SMK Pawyatan Daha 3 Kediri merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah kejuruan swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Pawyatan Daha. Sekolah ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan kejuruan yang mampu menghasilkan lulusan terampil, berkarakter, dan siap kerja.
SMK Pawyatan Daha 3 Kediri.
Resmi berdiri pada tanggal 16 Juli tahun 1989 dan beralamat di Jalan Soekarno Hatta No. 49B, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sejak awal berdirinya, sekolah ini berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi yang mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik kerja sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam perjalanannya, SMK Pawyatan Daha 3 Kediri terus mengalami perkembangan baik dari segi jumlah peserta didik, kompetensi keahlian, sumber daya manusia, maupun sarana dan prasarana. Komitmen terhadap peningkatan mutu menjadikan sekolah ini sebagai salah satu SMK swasta yang dipercaya masyarakat di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri, SMK Pawyatan Daha 3 Kediri membuka berbagai program keahlian yang relevan dengan kebutuhan zaman, antara lain:
1. Teknik Pemesinan
2. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
3. Teknik Komputer dan Jaringan
4. Desain Komunikasi Visual
Ke-empat program keahlian tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, SMK Pawyatan Daha 3 Kediri terus melakukan berbagai inovasi, di antaranya:
1. Penguatan pembelajaran berbasis praktik dan proyek.
2. Pengembangan Teaching Factory (TEFA) untuk mendekatkan proses pembelajaran dengan dunia industri.
3. Menjalin kerja sama dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
4. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada perusahaan dan industri mitra.
5. Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pendidikan dan pelatihan.
6. Pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran yang mendukung kegiatan praktik.
7. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dan manajemen sekolah.
Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki karakter, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan.











