Bandung, Poros-Nasional.com — Kegiatan sosialisasi proyek pengeboran sumur panas bumi oleh Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Limited digelar di Kecamatan Pangalengan, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur, di antaranya Dinas Ketenagakerjaan, Forkopimcam, para Kades, BPD, LPMD, hingga tokoh masyarakat seperti Mandapa, Gerbang Pandu, dan forum RW.
Dalam forum tersebut, sejumlah aspirasi dan harapan masyarakat mencuat. Isu yang disampaikan meliputi penyerapan tenaga kerja lokal, bantuan sosial, hingga dampak langsung proyek terhadap masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prioritas Anggaran untuk Desa Sekitar
Kepala Desa Pulosari berharap agar manfaat anggaran dari proyek maupun program pemerintah dapat diprioritaskan bagi desa-desa di wilayah Kecamatan Pangalengan.
Menurutnya, masyarakat lokal harus menjadi penerima manfaat utama, baik dari sisi pembangunan maupun dampak ekonomi yang dihasilkan.
Tenaga Kerja Lokal Terkendala Sertifikasi
Tokoh masyarakat, H. Odang, mengungkapkan bahwa tenaga kerja lokal di Pangalengan sebenarnya cukup banyak dan memiliki kemampuan.
Namun, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, di antaranya:
- Minimnya sertifikasi tenaga kerja
- Terbatasnya akses terhadap program peningkatan kapasitas
- Ketergantungan pada program musiman, seperti kegiatan Agustusan
Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan menyatakan bahwa usulan terkait sertifikasi akan disampaikan ke manajemen sebagai bahan pertimbangan.
Usulan Listrik Gratis untuk Warga
Aspirasi lain disampaikan Ketua BPD Sukamanah yang mengusulkan adanya program listrik gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak proyek.
Usulan tersebut dinilai sebagai bentuk kompensasi sekaligus kontribusi nyata perusahaan kepada warga.
Sorotan terhadap Warga Miskin Ekstrem
Perwakilan Desa Banjarsari menyoroti kondisi sebagian warganya yang masih tergolong miskin ekstrem.
Mereka mempertanyakan kemungkinan adanya:
- Bantuan sosial dari pihak perusahaan
- Program yang dapat langsung dirasakan masyarakat
Isu ini menjadi perhatian penting dalam forum, mengingat pembangunan diharapkan juga menyentuh kelompok rentan. Pengeboran untuk Tingkatkan Kapasitas Energi
Pihak Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Limited menjelaskan bahwa kegiatan pengeboran tidak hanya membuka sumur baru, tetapi juga mencakup:
- Peremajaan dan optimalisasi sumur yang sudah ada
- Peningkatan kapasitas produksi energi panas bumi
- Dukungan terhadap pembangunan Unit 3
Pengembangan ini juga akan membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mendukung operasional.
Rekrutmen Tenaga Kerja Harus Sesuai Aturan
Terkait penyerapan tenaga kerja, perusahaan menegaskan bahwa proses rekrutmen harus mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni:
- Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013
- Seluruh lowongan wajib dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan
- Rekrutmen tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa prosedur resmi
Meski demikian, masyarakat tetap memiliki peluang kerja selama mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.
Potensi Dampak Ekonomi ke Depan
Menjawab pertanyaan terkait kemungkinan peningkatan anggaran, pihak perusahaan menyebut bahwa fokus saat ini adalah peningkatan kapasitas produksi dan optimalisasi sumur lama.
Pengembangan Unit 3 memang membutuhkan investasi tambahan. Namun, secara tidak langsung, proyek ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru, termasuk kemungkinan peningkatan anggaran di masa mendatang.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi ruang penting bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada perusahaan.
Beberapa poin utama yang mencuat dalam forum tersebut meliputi:
- Kebutuhan sertifikasi tenaga kerja lokal
- Harapan bantuan sosial bagi warga miskin
- Usulan kompensasi seperti listrik gratis
- Peluang kerja dari proyek panas bumi
Ke depan, masyarakat berharap proyek ini tidak hanya berfokus pada pengembangan energi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga Pangalengan.
(ssn)











